Jika forex trading itu menguntungkan lalu kenapa banyak yang rugi..? pertanyaan sepeti ini nampaknya sudah bukan menjadi rahasia lagi dan memang kenyataanya juga masih seperti itu.
Sebelum kita masuk kedalam tema bahasan ini lebih jauh maka saya akan coba memberikan sedikit ilustrasi,Falebtino rossi adalalah seorang pembalap kelas dunia yang handal lalu apakah dia tidak pernah jatuh selama mengendarai kuda besinya..?? jawabnya saya yakn pasti pernah,jawaban itu wajar mungkin disaat dia sebelum menjadi sang juara dan berporses untuk menjadi sang juara itu.
Jika dihubungkan dengan dunia Forex trading lalu apa kaitanya..??
Kita tentu sepakat bahwa didunia ini semua tidak ada yang instan dan selalu membutuhkan proses untuk bertumbuh dan berkembang begitu juga dalam trading forex.
Untuk menjadi sang pemenang juga membutuhkan waktu dan pengorbanan yang tidak sedikit apa lagi dalam bisnis trading forex ini memamng kita bermain-main dengan uang yang apabila kita tidak mampu meminimalisir resiko ya tentunya resiko pahit yang akan kita terima.
Disisi lain kita juga tahu dalam bisnis perdagangan forex memang tersimpan berjuta iming-iming keuntungan besar karena hanya dengan melakukan beberapa transaksi simple dan dikira mudah bisa menghasilkan ribuan dolar.
Kesimpulanya tidak aa yang tidak pernah rugi dalam trading forex termasuk saya pribadi..!!
Kerugian demi kerugian dalam traing forex setidaknya disebabkan beberapa hal yang dianggap sepele oleh pelakunya itu sendiri diantaranya adalah :
1. Menyepelekan resiko
Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa forex trading – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi resiko yang tidak boleh diremehkan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola resiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.
Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati resiko. Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen resiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh. Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.
Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun berlipat ganda; namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka? Anda tentu tahu jawabannya: mereka akan rugi besar. Inilah sebabnya manajemen resiko dan manajemen modal sangat penting!
2. Rugi
Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.
Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan. Tidak ada holy grail dalam forex trading, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.
Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil resiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian, sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka. Yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah: untung, untung dan untung.
Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian. Jika misalnya mereka membuka transaksi “buy” namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari resiko kerugian yang lebih besar lagi.
Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata, “The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”
3. Harapan tak terpenuhi
Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes. Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.
Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?
Di antaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka. Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor resiko.
Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada resiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup. Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar trading dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya. Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.
Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?
Ada. Ciri-cirinya adalah:
- mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
- Ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
- Ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
- Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
- Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading
4. Tidak Tahu Diri
Apa maksudnya dengan tidak tahu diri ini..?? yang kami maksudkan adalah banyak trader yang dengan saar atau tidak sadar mereka melakukan kesalahan FATAL ini diantaranya adalah :
- Modal kecil berharap untung besar dalam waktu singkat
- Memaksakan diri sementara kemampuan tidak ada baik secara modal dan juga pengetahuan.
Kesalahan-kesalahan inilah yang menrut kami sampai hari ini memberikan andil besar terhadap kerugian pedagangan forex
Sebagai gambaran khusus untuk poin yang nomor 4 misalnya,banyak trader yang modal perdaganganya hanya puluhan dolar misal $ 10 tetapi dalam sehari dia kejar target penghasilan minimal Rp. 50-100.000 nah memang ada beberapa orang yang mungkin bisa melakukan hal itu namun pertanyaanya apakah anda sudah siap menjadi mereka yang sanggup itu..??
Dalam kasus ini saya mengajak anda jika anda saat ini menekuni dunia trading forex mari menjadi trader yang tahu diri,jika kemampuan modal kecil ya terima saja jika hasilnya kecil,jika ilmu sedikit dan hasil masih minimal yang kita terima dulu tentunya dengan upaya memperbaiki permodalan dan keilmuan kita agar kedepan menjadi semakin baik.
Poin Nomor 4 ini menjadi sangat penting karena biasanya ketika trader sudah dikuasai oleh ambisi besar tetapi modal dan ilmu minim maka apa yang terjadi hanyalah ibarat kapal yang berlayar tanpa haluan,anda akan mulai dibuat emosi,psikologi tidak stabil dan endingnya adalah kesalahan kesalahan kecil yang berakibat FATAL.

